Kambing Jamnapari aka Etawa

Calon Betina Super

Posted in Uncategorized by hendrah on September 21, 2008
Super? Kenapa dibilang super? Ceritanya begini, saya beli kambing ini saat berumur masih 3 bulanan (lepas dari sapihan induknya). Kurang dari 2 bulan ada seorang peternak datang ke kandang saya. Secara fantastis beliau menawar langsung ditempat dengan harga 2 kali lipat dari harga beli. Kami memutuskan tidak melepasnya. Memang dari karakter fisik kambing ini dapat dibilang calon betina yg bagus. Jika dikawinkan dengan kambing jantan yg super bisa menghasilkan keturunan yg super juga. Sekitar 8 bulan kemudian kami kawinkan dengan pejantan super yg baru kami beli. Sekarang kami dalam proses menunggu hasilnya.
calon betina super
calon betina super, foto ini diambil 8 bulan yg lalu

Kenapa “juragan etawa”

Posted in Uncategorized by hendrah on September 21, 2008

Kenapa tidak “kambingetawa”? Saya khawatir nama itu nantinya konflik dengan blognya salah satu juragan etawa Indonesia, Pak Bondan. Saya pikir “juraganetawa” merupakan kalimat yg paling cocok bagi blog ini. Tujuannya adalah mendorong masyarakat untuk menjadi juragan-juragan etawa. Bagaimana caranya? Tentu saja melalui sharing informasi dan ilmu seputar usaha peternakan etawa.

Pertanyaan selanjutnya kenapa kambing etawa. Saya sendiri baru mengenal jenis kambing ini kurang dari setahun. Kambing ini mampu memutarkan paradigma selama ini mengenai beternak kambing. Selama ini beternak kambing dinilai kurang prestise, bonafit dan menjanjikan. Namun hal ini diputar-balikkan oleh kambing etawa. Dengan harga per ekornya yg cukup premium dan kadang sama dengan satu ekor sapi, jelas beternak kambing etawa memberikan nilai lebih. Logikanya begini, jika biaya produksi lebih murah daripada sapi sedangkan harga jualnya sama dengan satu ekor sapi mana yang Anda pilih? Anda mungkin beragumen: kan sapi dapat diambil susunya, bagaimana dengan kambing? Sebagai informasi susu etawa memiliki harga yang cukup mahal per-liternya dibandingkan susu sapi. Jika susu sapi satu liternya ± Rp. 3.000, maka susu etawa dapat tembus sampai ± Rp. 20.000 per liter. Suatu perbandingan harga yg cukup fantastis!. Lalu bagaimana dengan customernya? Apakah tidak sulit untuk menjual susunya? Sebagai informasi di desa tempat kandang ternak saya di Jawa Timur tiap hari sudah ada pengepul berdatangan dari Jawa Timur, Jawa Tengah sampai dari Jakarta! Belum cukup dengan itu? Kotoran kambing atau srintilnya dapat dipergunakan sebagai pupuk tanaman. Lalu apa spesialnya kotoran kambing dibandingkan kotoran ternak yg lain? Sudah menjadi rahasia umum jika kotoran kambing bagus untuk tanaman hias terutama yg premium seperti aglonema, anthurium dll.

Saya merintis usaha ini dari beternak kambing jawa biasa atau kambing kacang. Dari fakta di lapangan ternyata jenis kambing ini boros sekali dalam konsumsi makanan. Dibandingkan etawa, kambing ini sukar bertambah ukurannya meski sudah menghabiskan banyak makananan (baik hijauan maupun ampas kedelai). Kambing etawa sangat berkebalikan. Konsumsi makanan gak terlalu banyak tp ukuran / postur badan cepat membesar. Jika kambing kacang membesar di perut maka kambing etawa ukuran badannya yg membesar. Selain itu harga jual kambing etawa dibandingkan kambing kacang.

Saya tidak ingin mengobral mimpi-mimpi dari usaha kambing etawa. Namun segala sesuatu berasal dari impian. Tidak perlu muluk-muluk impiannya namun yg penting dapat diimplementasikan. Anda lakukan secara konsisten dan serius maka di akhir Andalah yg tersenyum memetik hasilnya. Secara pribadi saya ingin mendorong jenis usaha ini terutama di daerah pedesaan. Karena sesungguhnya dengan menggalakkan kewirausahaan di desa kita sebenarnya membantu ekonomi masyarakat desa dan mengurangi urbanisasi. Sebenarnya sangat banyak yg dapat digarap di pedesaan yg mendatangkan keuntungan yg menjanjikan. Hanya saja masalah permodalan menjadi hal yg utama bagi masyarakat desa. Mari kita sama-sama bangun pedesaan melalui ternak kambing etawa. Majulah etawa Indonesia!!!.